Terinspirasi dari percakapan dengan Pak Ojong yang secara tiba-tiba dilontarkan dengan topik yang cukup jarang dilontarkan yaitu : Mainan Djaman Ketjil Doeloe ^_^. Sadar atau ngga, jaman sekarang sudah serba elektrik, serba mesin, serba virtual. Bahkan mainan dan permainan yang dulu pas jaman kita masih kecil kudu dikerjakan secara fisik, kini sudah dikonversi menjadi permainan elektrik (elcetronic games).
Cukup banyak permainan fisik yang dikonversi, mulai kartu remi sampai golf juga ada tuh electronic game-nya…
Do’oh….. jangan heran kalo generasi kita mendatang bakalan jadi generasi yang cuman bisa pencet tombol!..sukur-sukur kalo punya otak, bisa jual otak. Coba bayangin kalo otak ngga punya, otot ngga punya juga!!!…. Hmm…. jadi apa kita nanti??
Masih inget mainan jaman kita kecil dulu ngga??? maenan yang bisa bikin kita ketawa, mainan yang bisa bikin kita berkeringat dan tertawa penuh kemenangan secara sekaligus??? uhm…. coba deh liat daftar dibawah ini…. (kalo mau nambahin, titip comment aja,ya….)
… BEKEL …
Bekel terbuat dari bahan kuningan berwarna kuning atau dari bahan timbal berwarna putih. Bekel berbentuk segi empat dengan rupa bidang yang berbeda. Bidang pet, bidang dengan cekungan kecil di tengah; bidang roh,berbentuk seperti parit; bidang klat, polos tanpa hiasan dan bidang es, bidang datar berhias dengan 5 buah titik. Jumlah minimal adalah 4 buah.
Bola bekel, sebuah bola terbuat dari karet dan mempunyai besar seukuran bola
pingpong.
Jumlah pemain bekel dapat mencapai 4 orang yang biasanya semuanya anak perempuan. Mula-mula para pemain menentukan urutan pemain dengan cara hompimpah atau pingsut. Selanjutnya bekel dan bolanya berada di tangan kanan pemain.
Keempat bekel digenggam dengan tiga jari, sementara bola dijepit oleh ibu jari dan jari tengah. Bola dilempar ke atas dijatuhkan ke lantai yang datar. Selama bola memantul di udara pemain berusaha mengatur bekel agar tampak bidang pet semuanya. Pemain melempar bola lagi dan kemudian mengambil satu persatu bekel. Langkah selanjutnya pemain mengambil dua bekel dan seterusnya.
Langkah tersebut disebut : pet ji, pet ro, pet lu, pet byuk. Hal yang sama juga dilakukan pada bidang yang lain.
Pengambilan bekel tidak boleh menyentuh bekel lainnya atau bola menyentuh tanah dua kali dalam pengambilan bekel. Kondisi seperti ini disebut “mati” dan pemain lain mendapat giliran memainkan bekel.
… CONGKLAK …
Congklak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.
Di Malaysia permainan ini lebih dikenal dengan nama congkak dan istilah ini juga dikenal di beberapa daerah di Sumatera dengan kebudayaan Melayu. Di Jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Selain itu di Lampung permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut Mancala.
… GASING …
Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.
Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.
Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.
… KELERENG / GUNDU …
Nah…. kalo Kelereng nih macam – macam maennya, mulai dari yang pakai lobang , sampai dibikin tarohan. Siapa yang bisa kena kelerang yang jadi tarohan, kelereng tarohan itu bisa dibawa pulang.
… MOBIL MOBILAN DARI KULIT JERUK …
Kulit jeruk besar dikupas, dan dibentuk menyerupai mobil, lengkap dengan roda-rodanya.
… SUIT …
… GALAH ASIN / GOBAK SODOR …
Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 – 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segiempat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.
… BATU GUNTING KERTAS …



Batu-gunting-kertas adalah sebuah permainan tangan dua orang. Permainan ini sering digunakan untuk pemilihan acak, seperti halnya pelemparan koin, dadu, dan lain-lain. Beberapa permainan dan olahraga menggunakannya untuk menentukan peserta mana yang bermain terlebih dahulu. Kadang ia juga dipakai untuk menentukan peran dalam permainan peran, maupun dipakai sebagai sarana perjudian. Permainan ini dimainkan di berbagai belahan dunia.
Terdapat tiga isyarat tangan dalam permainan ini. Batu digambarkan oleh tangan mengepal, gunting digambarkan oleh jari telunjuk dan tengah, kertas digambarkan oleh tangan terbuka. Tujuan dari permainan adalah mengalahkan lawan bermain. Aturan standar adalah batu mengalahkan gunting, gunting mengalahkan kertas, dan kertas mengalahkan batu.
Jika kedua pemain mengeluarkan isyarat yang sama, maka permainan diulang. Kadangkala pemain menggunakan sistem berulang-ulang artinya sekali kemenangan tidak cukup untuk menghentikan permainan. Misalnya pemain yang menang 5 kali terlebih dahulu menjadi pemenang.
… BENTENG …
Benteng, adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing – masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing – masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang atau pilar sebagai ‘benteng’. Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilar yang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggota lawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dari waktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing – masing. Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh benteng berhak menjadi ‘penawan’ dan bisa mengejar dan menyentuh anggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Dalam permainan ini, biasanya masing – masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata – mata, ‘pengganggu’, dan penjaga ‘benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.
… PETAK UMPET …
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 25, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Setelah hitungan sepuluh, mulailah ia beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika ia menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya yang dia temukan tersebut. Yang seru adalah, ketika ia mencari ia biasanya harus meninggalkan tempatnya (base?). Tempat tersebut jika disentuh oleh teman lainnya yang bersembunyi maka batallah semua teman-teman yang ditemukan, artinya ia harus mengulang lagi, di mana-teman-teman yang sudah ketemu dibebaskan dan akan bersembunyi lagi. Lalu si kucing akan menghitung dan mencari lagi.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.
… YOYO ….
Yo-yo adalah suatu permainan yang tersusun dari dua cakram berukuran sama (biasanya terbuat dari plastik, kayu, atau logam) yang dihubungkan dengan suatu sumbu, di mana tergulung tali yang digunakan. Satu ujung tali terikat pada sumbu, sedangkan satu ujung lainnya bebas dan biasanya diberi kaitan. Permainan yo-yo adalah salah satu permainan yang populer di banyak bagian dunia. Walaupun secara umum dianggap permainan anak-anak, tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yo-yo.
Yo-yo dimainkan dengan dengan mengaitkan ujung bebas tali pada jari tengah, memegang yo-yo, dan melemparkannya ke bawah dengan gerakan yang mulus. Sewaktu tali terulur pada sumbu, efek giroskopik akan terjadi, yang memberikan waktu untuk melakukan beberapa gerakan. Dengan menggerakkan pergelangan tangan, yo-yo dapat dikembalikan ke tangan pemain, di mana tali akan kembali tergulung dalam celah sumbu.




hmmm,, aku taune yang disebut congklak diatas itu dakon namae mas… ^ ^
trus,, layangan g dmasukin y???
engklek…
boy2an… itu lo yang pake bola trus nglempar orang2 byar g nyusun batu yg dtumpuk2…
kasti…
apalagi yo????
lego…
klo ank cewek suka maen orang2an kertas… hwewewehee…
chayo ya nulis trs…
kalo cewek, dulu hobi main tali karet !
ga ada zebra ya? itu tuh permainan sliding/injek kaki itu (pas SD klo ga salah namanya zebra). Lompat tali ama layangan juga
mau ngasih translate ke bahasa sunda
gundu = kaleci
bekel = (ada yang bilang) beklen
mobil-mobilan = momobilan
benteng = bebentengan
petak umpet = ucing sumput
ada lagi maenan yg judulnya “selepet jebret”… aga susah dijelaskan… soalnya gw jg jarang maennya… cuman gara2 namanya lucu jadi masih inget…
Monggo…… mangga….. sok…..
silahkan di-post ulasan – ulasannya…..
Dig up ur childhood memories !!! ^_^
@TamaGO : Uhm… kalo dikampungku… namanya “Kaki” ….. bingung,khan???
@Ria : Uhm….. kalo aku dulu suka ikutan cewe maenan karet (pentil)…. itu artinya aku udah jago ngedeketin cewe dari kecil …. Wkwkwk
@Thea : OK!!!. ulasan mengenai layangan akan segera diluncurkan…..
om miko, saia pas masi kecil suka maenan PISO.
~ buat pasar-pasaran
@miko : klo kaki masih bisa dinalar deh, klo namanya ‘jidat’ baru heran
@pHi : mukya!!
,saya pernah juga main pasar2an waktu kecil tapi ga pake piso beneran kok. toh yg dipotong cuma daun ama kembang doang
*ngebayangin pHi waktu kecil malakin gocengan*
wakakakakk aku main semua permainan itu tuh….
seru….!!!
but doesn’t fit for us anymore
wkakakakak
Hahahahaha… postingannya membangkitkan memori. Aku sampe senyum2 sendiri..
Bener kata Thea tu,, ada kasti, layangan, boy2an, lompat tali, engkle (ada yg model pak tani, amplop, trs model apa lagi ya?).
Trus ada mikado (lagunya : do.. mikado.. mikado.. es ka.. eskado.. eskado bea beo.. 1 2 3 trus pas nyebutin angka 4 hrs nepuk tangan disebelahnya). Haha..
Itu,, Paman Dolip.. Mirip ma patung2an gt de..
Oya,, mainan yang lagunya gini : Pok pok pok,, dem dem dem.. Ji walang kaji koko’ belok.. dem dem dem.. cang kacang lombok abang melungker. Siti nang kali. Bagong nang embong. Siti njaluk rabi diolehno asu baong. A : Adi, B : Bobi, C : Cicak, Rhoma Irama raja dangdut. Plekenuutt..
Wakakakakkkakaakkkaak.. Apa hubungannya Rhoma Irama ma mainannya ya? Tapi ttp aja dimainin terus..
Ada lagi mainan yg nyanyinya gini : Kotak pos belum diisi. Mari kita isi dengan misi2an. Mbak / Mas (nama) minta huruf apa?? (klo yg ditanyain minta huruf A, maka temen2 lainnya harus menyebutkan nama buah/taneman/iklan/nama lain sesuai kesepakatan di awal yang berawalan A. Dst..)
Inget gak klo pilih temen dulu selain pake pingsut/hompimpah tu ada cara lain?? Panjang2an tangan. Nyanyina : Njang panjang,, yang panjang jadi (Benernya ini sama aja ma hompimpah, cuman beda model aja)
Hihihihihi.. Seru banget.. Jadi inget masa kecil. Sayangnya sekarang gak ada lagi (juarang kali yaaa..!?)
Lha wong anak kecil sekarang aja nyanyinya udah lagunya Raja, Peter Pan, dll. Sedangkan kita dulu kan masih Topi Saya Bundar, Balonku Ada Lima, ABang Tukang Bakso, Semut2 Kecil, dll.
Coba bikin postingan ttg Lagu Djaman Ketjil Doeloe.. ^_^
adakah yang ingat permaian lempar batu (yang gua sendiri gak inget) bentuknya seperti salib digambar ditanah dengan kapur terdiri dari 3 kotak, 2 kotak, 1 kotak, 2 kotak dan setengah lingkaran. (bingung juga mendeksripsikannya!!!)
cara maeninnya lempar batu ke kotak” itu trus lompat ke semua kotak pake satu kaki tapi kotak yang ada batunya gak bole kena kaki nanti di perjalanan balik baru ngambil itu batu…
ada yang tau gak permainan apa??? lupa nih tapi seru juga tuh…
hehheee…
kalau di Papua Barat mainan itu namanya gici-gici he he
Itu namanya permainan engklek sunda manda