“Dalam diam ada gerak dan dalam gerak ada diam”
Kalimat diatas pertama kali aku denger waktu aku masih SMA dan terlibat aktif di Teater Q-SA Smusa Jember. Tempat dimana aku pernah hidup dan membuka kehidupan. Tempat dimana aku belajar dan menjadi pelajaran. Tempat dimana aku pernah menciptakan senyum tawa dan pedih tangis.
Diam buatku adalah sebuah kondisi abstrak yang membuat beberapa kejadian yang terjadi dengan cepat , tampak berjalan begitu lambat. Pun juga sebuah kondisi dimana bukan lagi otot dan fisik yang membuat kita hidup, melainkan gejolak jiwa dan kekuatan pikiran yang bergerak keluar dari kerangkeng rutinitas dan realitas. Dan jawaban dari semua itu adalah “KESEIMBANGAN”
Dalam sebuah hiruk pikuk aktifitas yang kita jalani, ada kalanya kita lupa untuk diam, memberi jeda dan kesempatan kepada jiwa kita untuk terbebas dari belenggunya, memberi ruang pada nurani dan akal untuk berbicara. Kita terlalu sibuk memenuhi dahaga fisik, menjalani waktu demi waktu hanya untuk sebuah rutinitas. Dimana, tanpa kita sadar, kita lupa untuk memberikan waktu kepada diri kita untuk berpikir, untuk merenung, untuk berkaca. Pernahkah anda melakukan sesuatu dan sejenak berpikir “kenapa” anda melakukan hal itu? Pernahkah anda berbuat sesuatu dan sejenak berpikir “apakah” hal tersebut adalah yang terbaik untuk anda dan untuk orang-orang disekitar anda. Pernahkah anda merasa “bersalah” atas sesuatu yang baru saja anda lakukan? Pada saat itulah diperlukan diam didalam gerak. Ada diam didalam gerak.
Jika kita sudah sadar betapa pentingnya untuk diam, kita bisa ciptakan momen itu. Momen diam…. sperti meditasi, retret, refleksi, day dreaming, whatever!!…..Disaat kita diam itu, kita membiarkan alam pikiran kita untuk berkelana liar, menjelajah barbagai macam pilihan jawaban dan menentukan pilihan yang terbaik. Disaat kita diam itu, kita juga bisa membiarkan jiwa kita untuk berkelana didalam alam yang diinginkannya dan memberikan kepuasan dan rasa bebas dari rutinitas yang sering membelenggunya. Didalam diam itu….. ada gerak.
Wah.. lucu jg kamu nulis ini di saat yg nyaris sama (minggu lalu) aku presentasi ttg habit ke-7 dari 7th Habit-nya Stephen Covey. Habit ke-7 juga bicara ttg keseimbangan hidup, perlu ‘diam’ sebentar dari rutinitas untuk men’charge’ diri kita. Sama kan ?
hehehe…
Hehehe…
Tulisan itu muncul tiba2 aja, Mbak Cit……
ternyata ada juga di didalam 7 Habit-nya Stephen Covey,yah?? belum pernah baca….
Tks tulisannya… kebetulan ada tugas dari dosen yang pertanyaannya sama dengan yg km tlis… TQ… ^_^